Wednesday, 28 June 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 22.00
Home » Blog » Rotan Di Masa Mendatang
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Rotan Di Masa Mendatang

6 Januari , 2014 , Category : Blog

Panen Rotan

Sejenak kita membahas tentang rotan yang ada di bumi Kalimantan, karena Rotan sudah menghidupi banyak masyarakat Indonesia khususnya Kalimantan. Saatnya kita perduli akan pelestariannya. Tulisan dibawah ini diambil dari blog: mnasirnews.blogspot.com. Rotan yang kita jadikan Lampit Rotan atau Tikar Lampit Rotan harus kita pelihara agar anak cucu kita kelak juga akan menikmatinya. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.
Pada umumnya masyarakat asli Dayak dan Kutai yang menghuni wilayah Kabupaten Kutai Barat mayoritas mengandalkan kegiatan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangannya. Sistem perladangan lahan kering dengan rotasi waktu tertentu (masa bera) masih diterapkan meskipun input pengetahuan baru tentang teknik pertanian juga sudah ada. Interaksi dengan hutan sebagai bagian dari budaya dan falsafah hidup masyarakat juga masih berlangsung. Sayangnya kondisi hutan di wilayah Kabupaten baru hasil pemekaran ini juga tidak luput dari ancaman serius. Bahkan ironisnya justru di era reformasi laju kerusakan hutan semakin menjadi-jadi.
Kebijakan daerah dengan memberikan Hak Pengusahaan Hutan skala kecil atau HPHH yang semangatnya adalah untuk mensejahterakan masyarakat malah semakin merusak hutan dan lebih banyak menguntungkan para investor. Konversi lahan hutan menjadi Perkebunan Kelapa Sawit justru menyebabkan hak-hak masyarakat adat terpinggirkan. Kebun-kebun karet, rotan dan kebun buah lainnya kini hilang digantikan dengan sawit yang memerlukan perawatan khusus dan intensif. Belum lagi dengan semakin banyaknya potensi batubara yang dieksploitasi akan lebih memperparah kondisi hutan karena sifat kerusakannya yang permanen. Kini bisa disaksikan secara langsung bagaimana air sungai menjadi lebih keruh karena tanah sudah tidak lagi mendapat perlindungan yang cukup dari daun-daun hijau vegetasi diatasnya.
Hutan adalah sebuah ekosistem paling kompleks dan menopang kelangsungan hidup manusia. Sejak jaman purba hutan menjadi tumpuan untuk memperoleh pangan dan juga sandang sampai kemudian berkembang pola hidup yang membudidayakan tanaman untuk memenuhi kebutuhan pangan. Selain kayu dan buah, rotan adalah salah satu produk alam yang memiliki nilai khusus bagi masyarakat Kalimantan. Batang rotan yang telah dikeringkan memiliki elastisitas yang tinggi, corak yang eksklusif, ringan dan tahan terhadap segala cuaca (awet). Maka dari itu penggunaan dan pemanfaatan rotan banyak menyentuh aspek kehidupan sehari-hari masyarakat. Mulai dari peralatan rumah tangga, peralatan pertanian hingga keperluan acara ritual. Itulah budaya rotan.
Posisi rotan dalam perikehidupan masyarakat Dayak semakin mantap dengan berkembangnya budaya menanam rotan setelah atau bersamaan ketika padi di semai di ladang. Dalam penelitian ini dijumpai sedikitnya 23 jenis rotan dari 34 jenis yang berhasil diidentifikasi kehadirannya di kawasan DAS Kedang Pahu. Daftar jenis rotan yang dijumpai di kebun sampel disajikan pada tabel 3. Jenis yang umum ditanam adalah jenis sega (Calamus caesius), jepung atau Pulut merah (Daemonorops crinita) dan Rotan Jahab (Calamus trachycoleus). Ketiga jenis ini selain memiliki kualitas yang baik untuk anyaman juga laku dijual di pasaran. Bibit yang dipakai berasal dari alam (hutan) kemudian diperbanyak dan di tanam. Selain sebagai investasi, rotan juga berfungsi sebagai status sosial yakni penanda atas kepemilikan lahan yang pernah digarap sebelumnya. Budaya menanam rotan ini hampir dijalankan di segala sub suku Dayak di Kutai Barat. Sehingga hampir semua warga yang tinggal di kampung-kampung memiliki kebun rotan baik yang ditanam sendiri maupun warisan dari nenek moyang.
Setiap orang, setiap kampung memiliki variasi dalam praktek budidaya rotan ini. Setidaknya menyangkut jenis. Seperti halnya di Kampung Mancong dan Perigiq kawasan DAS Jempang, masyarakat di kedua kampung tersebut lebih memilih menanam Pulut Merah. Potensinya cukup besar yakni antara 2 – 3 ton dalam sekali panen besar (prediksi petani). Jenis Pulut Merah memang cukup sesuai dengan kondisi tapak setempat yakni di sempadan sungai yang kerap tergenang air. Selain itu pemilihan jenis ini juga mungkin karena nilai jualnya yang lebih tinggi dibanding jenis rotan komersil lainnya. Harga jual pulut merah bisa mencapai Rp. 3.000,- hingga Rp. 5.000,- per kilogramnya. Namun di hampir sebagian besar kampung yang lain, masyarakat lebih memilih menanam rotan sega. Meskipun harga jualnya lebih rendah dibanding pulut merah tapi pasar lebih terbuka terhadap jenis rotan ini. Dari 34 kampung yang disurvey di 7 kawasan DAS, sebanyak 5 kawasan dominan rotan Sega, sedang 2 kawasan lainnya menanam jenis Pulut Merah.
Di samping menanam jenis tertentu, ada pula masyarakat yang mengkombinasikan berbagai jenis rotan di dalam satu bidang kebunnya. Misalkan pulut merah dengan sega, atau sega dengan jahab dan sebagainya. Prosentasenya juga beragam. Ada yang 50% – 50% seperti Kebun milik Pak Asmuni di Kampung Tebisaq. Komposisinya terdiri dari sega dan pulut merah. Banyak pula yang dominan jenis tertentu seperti kebun milik Kendi juga di Kampung Tebisaq yang dominan jenis pulut merah sebesar 97%. Beberapa kebun malah terisi antara 7 – 9 jenis rotan seperti milik Pak Astia di Kampung Jambuq dengan 9 jenis rotan. Memang tidak semua jenis sengaja ditanam karena sebagian ada yang tumbuh secara alami.
Dalam budidaya rotan secara tradisional ini sebenarnya input teknologi maupun aspek-aspek pemeliharaan masih ala kadarnya. Umumnya kebun rotan tidak dirawat secara periodik. Berbeda dengan merawat tanaman padi atau sayur-sayuran. Bentuk perawatan yang dimaksud di kebun rotan lebih kepada kegiatan pemeliharaan batas, salah satunya untuk menjaga dari bahaya api, membersihkan dari rumput, atau pada saat panen. Saat panen adalah saat dimana petani dapat sekaligus merawat kebun rotannya. Oleh karena itu waktu pemeliharaan tidaklah terurut secara rapi. Apalagi tanaman rotan adalah tanaman jangka panjang. Pada kebun tertentu seperti kebun pulut merah di kampung Mancong, rotan dibiarkan tumbuh dengan rimbun hingga tidak ada celah masuk justru agar hama seperti monyet tidak bisa masuk ke dalam rotan untuk memakan pucuknya.
Posted by
Sumber dari: http://mnasirnews.blogspot.com

Macam Macam Jenis Rotan, Bahan dari Lampit Rotan

12 Januari , 2016 , Kategori : Blog
Macam Macam Jenis Rotan, Bahan dari Lampit Rotan

Macam Macam Jenis Rotan Yang Ada di Indonesia Berbagai macam jenis rotan yang ada di Indonesia yang merupakan bahan baku dari pembuatan Lampit Rotan dan Kursi Rotan adalah sebagai berikut Rotan Balubuk (Calamus burckianus Beccari); Disebut juga sebagai Howe... baca selengkapnya

Lampit Rotan Kami Tembus Pasar Malaysia

9 September , 2015 , Kategori : Blog
Lampit Rotan Kami Tembus Pasar Malaysia

Pasar Export Ke Malaysia Alhamdulillah sudah 3 kali Kami bisa menembus pasar Malaysia bagian timur. Kami sungguh sangat bangga karena produk kami bisa diterima dengan baik di sana. Kami export melalui jalan darat dari Banjarmasin menuju Pontianak dan selanjutnya... baca selengkapnya

Istana Wapres Borong Lampit di LampitRotan.com

25 Januari , 2015 , Kategori : Blog
Istana Wapres Borong Lampit di LampitRotan.com

Lampit Rotan Kalimantan ternyata memiliki arti tersendiri bagi Wapres kita Bapak Jusuf Kala. Sebenarnya sewaktu beliau kampanye kami melihat disalah satu TV beliau duduk bersama Pak Jokowi di atas tikar LAMPIT ROTAN AJIRO. Wah terbersit dibenak kami “andai suatu... baca selengkapnya

Lampit Saburina

31 Agustus , 2014 , Kategori : Blog
Lampit Saburina

Lampit Rotan Saburina Paling Laku Mengapa kebanyakan orang yang order di LampitRotan.com kebanyakan memilih Lampit Saburina? Berbagai alas an dikemukakan oleh para pelanggan kami, antara lain adalah harganya yang murah, lebih rapen karena dijahit dengan mesin dan ada juga... baca selengkapnya

Kerajinan Rotan Semakin Maju

29 Agustus , 2014 , Kategori : Blog
Kerajinan Rotan Semakin Maju

Kerajinan Rotan di Indonesia Masih Lestari Berita tentang Kerajinan Rotan di Indonesia terus menggeliat dikutip dari Okezone.com sebagai berikut Lengang menyapa ketika masuk kawasan sentra kerajinan rotan di kelurahan Balearjosari, Kota Malang, Jawa Timur. Suasana di jalanan, warga sekitar... baca selengkapnya

Lampit Rotan

KUNJUNGI LAPAK KAMI:


tokopedia

bukalapak

Jual Mandau Kalimantan